Wednesday, September 26, 2007
posted by catur catriks at 4:42 PM | Permalink
Nar .. Zissss
Hehehe
Habis liat anak2 turki yg sekolah di Kharisma Bangsa
yg mampir ke kantor n foto2, salah satu karyawan kantor tersebut jadi ikutan unjuk wajah.
Kalau anak2 turki itu mancung2 n putih, nyang ini juga putih n sedikit mancung, he3.

sebenere bukan cuma itu
sudah lama saya gak dapet orderan foto jadi lama juga wajahku gak nampang di komputer.
kebetulan G-five kantor lagi kosong, aku pakai aja buat njepret.
dan WAAAHHH, ternyata wajahku masih GUANTENG!!!

dalam hati paling dalem sempat berkata, sebenere aku pengin ngitung seberapa persen daya tarik wajahku sudah menurun.
hal ini mengingat semakikn lama, semakin jaarang ada cewek yang naksir ma aku, pada jauuuhhh. (halah apa ini?!!)



















foto2 di atas dapat dicuri tanpa harus ijin untuk kalian simpan sebagai wallpaper komputer.
tidak ada denda, tidak ada ancaman hukuman, free!!
 
Thursday, September 20, 2007
posted by catur catriks at 11:38 AM | Permalink
Ramah itu menyenangkan
Percaya atau tidak, ternyata biang kesusahan itu bukan terletak smata-mata pda masalah yang sedang dihadapi, melainkan terletak pada sikap kita dalam menghadapi masalah tersebut.

Orang yang emosional sebenarnya tidak sdang mneyelesaikan masalah dengn baik, melainkan sedang mmpersulit masalah. Terkadang banyak masalah yang sepele dan sederhana menjadi rumit dan merugikan. Tentu semua itu terjadi disebabkan oleh pribadi yang jauh dari tenang. Kondisi seperti ini jelas akan berpengaruh kepada perilakunya, sebab reaksi apapun yang ditampilkan tak akan jauh beda dengan suasana hati.

Untuk itu, cobalah hadapi hidup ini dengan penuh semangat, pasang wajah yang cerah dan jernih, tersenyumlah yang wajar dan tulus, temuilah orang lain dengan sikap ramah dan santun, sapalah mereka dengan penuh hormat, niscaya anda akan terkaget! Ternyata beban yang menghimpit akan terasa jauh lebih ringan dan lega. Apalagi ketika orang lain itu membalas keramahan kita, tentu semua akan menjadi sbuah kemudahan tersendiri.

Marilah kita mulai dari hal yang paling ringan dan murah tapi paling cepat dirasakan hasilnya – hidup menjadi orang yang santun dan ramah kepada siapapun.


(Dikutip dr buku Indahnya Ramah karya AA Gym)
 
Tuesday, September 18, 2007
posted by catur catriks at 2:31 PM | Permalink
Cinta dan takut
Cinta keseharian yang belum teraih menuntut sebuah perjuangan yang kadang berlebih untuk mendapatkan, dan karenanya, ia mengisyaratkan sebuah rasa takut akan kehilangan. Takut ketika pada akhirnya engkau membiarkan apa yang kaubutuhkan itu pergi bersama orang lain.

Saya tidak bermaksud menempatkan kata cinta ini pada hubungan antara pria dan wanita. Saya hanya ingin meminjam kata cinta ini dipakai dalam penggambaran situasi keseharian, yaitu pada saat kita berhadapan dengan satu kebutuhan. Karena cinta pada dasarnya diawali dari sebuah kebutuhan. Cinta yang saya maksud adalah ketika kita menginginkan sesuatu, kita bertekad untuk mendapatkan, dan sekaligus kita takut bila apa yg kita ingin itu sampai terbawa oleh orang lain.

Untuk menyukseskan ini, terkadang kita melakukan tindakan berdasar efektifitas situasi. Tindakan yang sebenarnya tidak baik utk diambil. Mungkin ini bisa diartikan sebagai salah satu sisi kepragmatisan kita dalam usaha yang dinamakan memperoleh.

Masih lekat dalam ingatan ketika masih kuliah. Pada sebuah papan pengumuman fakultas terpasang pengumuman pembukaan lowongan penerimaan beasiswa. Karena sebuah kebutuhan untuk mendapatkan beasiswa itu, seorang mahasiswa berpikir untuk mengambil strategi pintas. Agar tidak ada mahasiswa lain yang mengetahui pengumuman itu, maka brosur yang terpasang di sana dicopot. Dengan anggapan semakin sedikit yang mengetahui dan yang mengajukan, maka peluangnya untuk mendapatkan akan semakin terbuka. Pada saat itu ia sedang benar-benar jatuh cinta pada sebuah beasiswa. Dan ia takut, ia akan gagal dan akhirnya membiarkan teman-teman yang lain mendapatkan sementara ia tidak.

Strategi itu membuahkan hasil. Mahasiswa tersebut mendapatkan beasiswa selama setahun. Namun pada akhirnya ia merasa berdosa. Ia memang berhak atas beasiswa itu karena nilai IPK-nya memenuhi syarat dan perekonomiannya pun pantas untuk dibantu tapi ia tidak merasa lega karena usaha untuk mendapatkan tidak fair.

Contoh perbuatan itu adalah salah satu implementasi dari rasa cinta dan takut yang tidak dikendalikan secara dewasa. Mahasiswa itu harus menepikan peluang orang lain dengan mencopot brosur pengumuman. Usaha tersebut merupakan hasil anggapannya tentang efektifitas situasi.

Apakah teman-teman pernah mengambil tindakan yang dianggap efektif walau pada dasarnya salah? Akui saja, pasti pernah!

Di depan mata kita sendiri, dalam kehidupan keseharian, sering menemukan tindakan-tindakan yang beralasan karena cinta.

Karena cinta keluarga, orang-orang harus cepat sampai rumah ketika pulang kerja. Mereka harus berebut kursi bus atau angkot yang akan mengantar. Dengan tiada tenang menunggu datangnya bus di sebuah halte bersama orang-orang yang bertujuan sama. Dan setelah angkutan datang, untuk naik ke bus, apakah kita tahu antrian? Kita bahkan berjubel di pintu masuk ketika penumpang di dalam bus akan turun. Membiarkan mereka kesulitan untuk keluar dari bus dan memaksakan diri kita untuk lebih dulu masuk ke dalam agar mendapatkan kursi yang masih kosong.

Inilah salah satu jalan yang cukup efektif. Walau mungkin pada akhirnya kita mendapatkann kursi itu, tapi sadarkah bahwa kita telah sempat ikut membuat orang lain kesulitan? Kita berebut karena kita membutuhkan kursi kosong dan kita berebut karena takut kursi yang kosong itu akan diduduki oleh orang lain.

Karena cinta pada ladang usaha kita, kita merasa terancam ketika ada seorang teman yang terjun pada usaha yang sama dan karenanya kita takut akan kehilangan pekerjaan kita.

Cinta dan takut, ia bersifat substitusi sekaligus komplementer. Sebuah rasa yang saling menggantikan dan sekaligus saling melengkapi, di saat bersamaan atau beriringan.

Untuk mengetahui karakter diri berkait dengan cinta dan takut, tentu kita tidak bisa mengukurnya ketika kita berada di rumah atau ketika kita berada di tempat ibadah. Kita bisa mengukurnya ketika kita berada di luar. Ketika kita dihadapkan pada situasi-situasi yang bersifat pilihan. Perilaku keseharian adalah salah satu wujud dari watak kita yang sebenarnya. Apakah rasa kebutuhan dan ketakutan kita akan seimbang dengan kedewasaan kita untuk memutuskan dan memproduksi sikap yang bijak atau malah ketakutan dan kebutuhan pada suatu saat berlebih dan menghasilkan keputusan kita yang hanya didasarkan pada efektifitas situasi sementara.

Kita sendirilah yang memilih.
 
Thursday, September 06, 2007
posted by catur catriks at 5:17 PM | Permalink
menikah?
surprise!!!
membaca pesanmu di tagboard
hmm.. ternyata kau dah menikah?


cucu
hai.ak dah di medan
nih,sory g undang bis
jauh.kyknya sbuk bgt
nih.sblm telat ak mau
ucapin met menunaikan
ibadah puasa ya:)

begitu pesanmu
huaaa.. !

orang rawa manguun nikah di medan
ok deh
ndak banyak koment
selamat n smoga berbahagia teman
n smoga juga ak cepat menyusul

yeah
pada akhirnya u mendahului
seperti kata teman2
aku selalu tertinggal utk urusan ini

sip
selamat
selamat




 
Monday, September 03, 2007
posted by catur catriks at 6:51 PM | Permalink
amanah yg menyusul
Tadi pagi sempat kaget menerima email berikut:


arief setyawan wrote:

Assalamu'alaikum wr wb
Pak, berikut saya lampirkan hasil syuro malam ahad kemarin - pak sichab nitipin ke saya- , yang dihadiri 4 puluh orang namun terpaksa dibagi 10, hehe yg brarti = 4 orang (Pak Yono, Pak Sichab, Pak Mustofa kamil, tambah wong siji sing paling nakal kae), membahas agenda kegiatan selama bulan ramadhan besok, sudah kemarin sudah langsng dibagi kue nya, dengan masing - masing program berikut PJ nya.
Secara hanya beberapa orang yg bisa hadir, rencananya akan ada syuro berikutnya, mungkin akan membahas hal2 teknis dlsb.
Sak mene wae dhisik nggih...Jazakumullah
Assalamu'alaikum wr wb
Nb. 1. Pesan Pak Sichab untuk Pak rojikun : Proposal untuk Sanlat di SMK Wikrama,
silakan diambil di saung pulsa nya pak yono (Pak Sichab, senin sudah ada ceunah)
2. Pak Catur kebagian PJ untuk Sanlat


Baru saja kemarin selesai mempersipakan acara Open House Kabinet EsKa di kebun raya bogor, ada sedikit rasa plong.
Artinya kini aku bisa kembali berkonsentrasi mengerjakan proyek buku di kantor.
sudah beberapa hari ini aku disuruh lembur karena deadline makin mepet, tp aku males dengan alasan suntuk krn persiapan acara tersebut.

begitu acara selesai minggu kemarin, aku lega.
tapi email ini kembali mengaggetkan karena dalam waktu yang sama aku ditugasi mencari dana utk kegiatan Aksi Sosial yang diadakan oleh Yayasan Insan Mandiri, Ciawi.
dan tugas itu menunggu untuk aku laksanakan.

mmhh.. mengurusi bagian donasi untuk Aksos dan menjadi PJ dalam acara SanLat Ramadhan, sementara pekerjaan di kantor menumpuk dan dikejar waktu, dan selalu disuruh lembur.

yeah, kadang waktu jadi terasa sempit.
anggaran waktu untuk diri sendiri berkurang.
ini sangat dirasakan ketika baru sadar ternyata koran minggu masih tergeletak belum tersentuh padahal hari itu hari kamis.
cucian menumpuk dan baru bisa mencucinya setelah larut malam.

but, aku selalu mencoba untuk menghibur diri.
so far so good, sebagai pembelajaran juga agar bagaimana aku bisa menghargai waktu.

dan email temanku itu aku balas dengan kata-kata positif dengan akhir yg bagus:

btw, apapun thanx
semoga saya dapat membntu

Hidup terasa lebih hidup ketika kita tahu ada orang yang masih membutuhkan kita, begitukah?

jazakalloh


begitulah, seperti yang pernah saya citakan, aku ingin berguna bagi orang lain.
Insya Alloh.

 
posted by catur catriks at 6:39 PM | Permalink
Serpihan Kata-kata Bermakna

Berikut ini kata-kata yang menyertai kado yang saling ditukarkan di Open House Kabinet SK di Kebun Raya kemarin. Saya (mb Indar) tulis juga komentar yang muncul setelah dibaca, atau komentar saya pribadi.

Saya post di blog saya juga, minta ijin buat penulis aslinya ya…(yang nggak semuanya saya tahu. Hihi…)

1
Esok tiada kan pernah meninggalkan rahasia dalam buku keabadian (Khalil Gibran)
--> komentar: (mangut-manggut) bener-bener dalem!

Sebelum lo buka bungkusan ini lo kudu baca mantra dulu: Bulkibul-kibul Ada Orang Yang Kena Dikibulin!!

Ambillah pelajaran dari manusia melalui perbuatan mereka, bukan melalui perkataan mereka (Hasan Bashri)-->komentar: setuju!!!

2
Justice May be Blind But It Can See In The Dark
-->komentar: pengirimnya dulu bercita-cita jadi hakim ‘kalee…Atau suka nonton film Dark Justice. Hehe…

3
Ho..ho..

Kata siapa ini barang murahan…

Coba hitung saja…

Dibeli dari kampungku

Naik angkot 2 kali, 5000

Masuk peron terminal, 200

Naik bus Bandung-Bogor, 5000

Hah..bahkan yang lebih dahsyat lagi

Kubeli dengan cinta

Kubungkus dengan cinta

Kuberikan dengan cinta

Maaf ya, suamiku..

Masih ada kok untukmu

Usah kau ragu

Aku tetap mencintamu…^- ^ -->komentar: Lah ini surat cinta buat suaminya atau…? Ketahuan deh siapa pengirimnya J

4
KUPON UNDIAN BERHADIAH

“Menikahlah! Jika enaku mendapat istri yang baik, engkau akan menjadi sangat beruntung. Dan jika engkau mendapat istri yang tidak baik sekali pun, engkau akan menjadi filsuf karenanya. Dan itu baik bagi laki-laki (Socrates, filsuf Yunani)-->komentar: Wah, untung bukan Pak Sinang yang dapet. Bisa berabe dong… Bu Nung mau dikemanain?

5
Salam…

“PERSAHABATAN itu seperti TANGAN dengan MATA. Saat TANGAN terluka, MATA menangis. Saat MATA menangis TANGAN menghapusnya.”

Sebenarnya kata-kata di atas itu nyontek dari salah satu SMS dari temen coz bingung mo nulis apa… Secara yang aku terus pikirin adalah sambel rujak..hi..hi… Tapi bagi aku kata-kata itu ngena bangettt… Semoga silaturahmi ini tetap terus terjaga… -pas banget subuh- -->komentar: ketahuan deh siapa yang nulis. Makanya sambel rujaknya pedes banget. Konsentrasi pecah gara-gara merangkai kata eh mata menangis…hehe. .

6
Jika semua harapan telah hilang maka ciptakanlah
-->komentar: Yup, asa memang harus senantiasa ada dan terjaga.

7
Pura tangkisi gulik’ku

Pura babbara sompe’ku

Ullibirenggie natowalie

--sumpah pelaut Bugis—

Telah kupasang kemudiku

Telah kukembangkan layarku

Kupilih tenggelam daripada surut langkah-->komentar: Walah commit suicide dong Pakdhe..

Dalam setiap kata ada dunia. Maka orang yang berani menyusun kata adalah orang yang berani menguncang dunia-->komentar: penulis banget gitu loh!

8
Hidup cuma sekali sesudah itu…mati!

Jangan pernah mau hidup sia-sia.

Oleh karena itu gabunglah besama Eska!

Karna di Eska kita bisa

Memberi warna

Pada dunia!--> komentar: Hidup Eska! Yeach! (bacanya gaya ngerock ya!)

9
Lampu ini jadi penerang ketika gelap

Nurani jadi pelita menuntun kita

Menuju kebaikan-->komentar: tiap baitnya ditulis di guntingan smile bundar. Cantik!

10
Haloooo..

Senangnya J

Akhirnya kamu mendapatkan aku…

Bagaimana? Kamu suka? Senang?

Atau kamu kecewa…?

Hanya karena aku seekor beruang?

Atau…

Karena kau berharap yang lain? L

Tapi, tahukah kamu

Aku akan tersenyum

Bila kau tersenyum..

Aku akan bersedih

Bila kau bersedih

Semua rasa hatimu

Akan kurasakan..

Dan akan kukatakan pada dunia…

Kau adalah manusa paling bahagia..

Tawamu menentramkan

Senyummu menghangatkan. .

Uluran tanganmu membahagiakan

Jadi,

Jangan tinggalkan aku…

Jangan biarkan aku sendiri…

Karena kuigin kautahu…

Di sini ada cinta

Cinta yang diajarkan

Di Sekolah Kehidupan…

“Menyenangkannya… menjadi bagian keluarga besar SK”-->komentar: boneka beruangnya emang cute punya! Jadi kepingin deh…

11
Sahabat,

Kita memang bukan merak

Yang berbulu semarak

Kita juga bukan elang

Yang mampu menukik tajam

Namun dengan warna-warni ‘bulu ‘ yang kita punya

Niscaya ‘ kan tersambar cita dan cinta

Dalam satu tukikan tajam,

Di Sekolah Kehidupan-->komentar: Walah, ini sengaja apa gimana? Kok tahu saya laki-laki, hadiahnya VCD bergambar burung (SB)

12
Kirimkan uang ke mana saja di Indonesia dalam Hitungan Menit
-->komentar: Ini tulisan yang ada dibungkus kadonya, amplop milik salah satu penyedia layanan pengiriman uang.Hihi…Minta dikirimin apresiasi lagi tuh.

13
Tentang Cinta

Selamat datang di dunia saya yang kecil dan sederhana.

Silakan masuk.

Lihat, saya tidak punya banyak. Saya cuma punya satu pantai kecil. Tapi di sana , kita bias berenang bersama. Atau sekedar bergandengan tangan menatap matahari terbenam. Tanpa dihantui keramaian yang canggung, atau keheningan yang sunyinya memekakkan telinga.

Di sini, di tempat kecil yang sederhana ini, setiap bentuk keajaiban bersifat manusiawi. Hujan bisa bicara dan laut bisa bersiul-siul riang. Matahari boleh berwarna kelabu saat tenagh malas bersinar. Para dewa turun gunung & menjelma menjadi rakyat jelata. Mereka semua menanggalkan setiap helai kewajiban & “seharusnya”, untuk kemudian bermain dgn riangnya.

Karenanya, di sini, kamu jug atak perlu menjadi siap-siapa. Bersennag-senanglah dan tersungkurlah. Tanpa topeng. Tanpa label. Tanpa gelar. Tanpa pangkat. Tanpa rasa bersalah.

Percayalah, saya mengerti. Saya akan mengerti.

Kamu bahkan tidak perlu bicara. Karena saya akan memasang telinga baik-baik, mendengarkan jiwamu yang berbisik dengan lirihnya. Dengan takut-takutnya. Silakan membisu & saya akan mendengarkan.

Sekarang, lihat sekitarmu. Dunia saya yang kecil & sederhana ini mendadak senyap. Langit mendung dengan awan kehitaman menggantung. Matahari menghilang & laut lupa caranya bersiul. Burung-burung yang biasanya berkicau riang, kni mulai berjatuhan satu-persatu di bawah kaki saya.

Dunia saya berhenti.

Mereka menunggumu. Untuk ikut berputar di dalamnya. Di luar, gerimis mulai turun. Setiap tetesnya berbisik mesra, “Hh…kamu bahkan tak perlu pergi jauh. Di sini kamu aman, bersama saya…”--> komentar: Mbak Lia mendeklamasikannya dengan bagus sekali, memaksa kami termangu.

Maaf, ada satu lagi sebenarnya. Tentang kunci, tapi tercecer. Maaf ya…

Salam,

Indar