Monday, December 11, 2006
posted by catur catriks at 8:42 PM | Permalink
Pus pada Miaow

Pandang lengkung pelangi itu, Miaow
lukisan alam yang berbinar
apa kau tahu? di balik keindahannya, pelangi
tak pernah membumi. ia menggantung tanpa
pernah bisa di raih atau berusaha meraih
tapi indah

o, apa itu sama dengan mimpiku?
jangan menyindir, atuh

tenang, simpan dulu prasangkamu
aku hanya ingin mengatakan, kita
terlibat dalam pembentukan pelangi itu
Miaow, kita ikut membuatnya.
sebenarnya kita sadar, tapi mengakui kadangkala
mengenggan
Miaow, bila angin bertiup ke arah tenggara

Pus!, aku menginginkan terang yang nyata,
seterang sinar matahari yang menghangat di kulit.
sudah berapa lama kau tinggal di sini, Pus?

seorang yang mengalir tak pernah
menghitung hari, juga jarak

tapi setidaknya, dengar kataku Pus, kau harus tahu
di mana, kapan, dengan siapa muara itu kau temukan
hmm, huachiiih!
maaf, aku bersin, tak sengaja

he he he, kau bergetar?
Miaow, banyak ahli cakap berkata,
apa yang disimpan otak dan hati
sedikit banyak merasuk pada perbuatan
kau belum pandai menyimpannya
maaf, Miaow manis, aku tak bermaksud menyergapmu.
ok, mari lihat kembali warna-warna pelangi itu
dengarkan bahwa aku akan menyatakan ..

tidak, heh, aku buta warna.
yang kulihat kuning dan biru semata
pelangi itu jelek!
Pus, tadi malam aku tiada tidur, boleh aku
mendengkur sekarang?
baiknya kau pulang daripada membusakan mulutmu

Pus mengedipkan mata pada Miaow
kumisnya terangkat
bahwa kali ini adalah yang kesekian pendekatan

direspon sama.

seperti busur hilang panah
Pus melompat dan duduk di tinggi kayu

melihat apakah pelangi akan menebal atau menghilang
hanya saja kemudian ia sadar
bahwa dirinya sedang tidak melihat
namun sedang merasakan, di hatinya
di hatinya ..
dengan keyakinan setipis ari

 



1 Comments:


At 7:34 AM, Blogger NiLA Obsidian

hai om catur.....apa kabar.....?

postinganmu yg ini dalem bgt hehe