Monday, October 09, 2006
posted by catur catriks at 9:36 AM | Permalink
Catriks, met ulang tahun!

Salam kelahiran!

Berkurang satu tahun usiamu kini

Hak nafasmu kembali diperpendek.

Kerut wajahmu telah banyak terlihat, kau bukan kanak lagi.

Hmm, di usiamu kini, apa yang sudah kamu perbuat untuk memperbaiki diri? Bekerja?

Aktivitasmu kulihat monoton. Pagi tergagap terbangun dan bersiap menuju kantor. Bersapa dengan teman-temanmu dan berbicara apa-apa yang kau nilai perlu. Bermanfaat atau tidak, kau sendiri yang tahu. Pulang sore hari atau malam jika kau lembur. Setelah itu kau tergeletak di kamarmu dengan capek badan menyelimuti. Istirahat dan tidur. Besok bangun dan bergesa untuk kerja kembali.

Begitukah kehidupon yang akan kau bangun? Begitu sajakah hari-harimu dilalui? bagaimana dengan rencanamu di masa depan? Di mana kedudukanmu sebagai manusia, apakah kau memikirkan mereka-mereka yang menengadahkan hati untuk meminta bantuan? Apakah kau pernah merasa bermanfaat bagi orang lain? Bantuan apa yang pernah kau berikan, seberapa besar kau meringankan beban orang yang terhimpit? Oh, jangan-jangan kau tidak pernah. Mengajarkan ilmu agama sekali pun tidak, karena aku tahu, kau tidak tahu banyak tentang agama. Ingatlah, sebaik-baik umat adalah mereka yang besar manfaatnya bagi orang lain. Bukankah kau sering mendengar tentang pengakuan seseorang yang mengatakan bahwa ia akan merasa begitu bahagia ketika ia bisa memberi? Tidakkah kau ingin melakukannya? Sepertinya kau sibuk memikirkan diri sendiri.

Ah, kau menggeleng, tapi baiklah, katakan padaku apa yang pernah atau sedang kau lakukan untuk memperbaiki diri.

Diam? Ya, aku tahu, kau anak pemalu yang selalu segan untuk mengatakan.

Salam kelahiran, Catriks!

Di malam ini, seharusnya kau merenung, berintrospeksi, menilai, atau sekedar membayangkan tentang hal-hal yang menarik dalam hidup yang telah kau lalui, membayangkan hal-hal memalukan yang pernah kau lakukan dan bertekad untuk memperbaiki. Kau berpotensi untuk menjadi anak yang bebal!

Oya, aku lupa, malam ini kau sibuk dengan pekerjaan rumahmu. Aku lihat sebenarnya kau ingin melakukan, tapi sebuah pekerjaan memburumu dengan batas waktu yang begitu mepet. Besok harus selesai. Bisakah?

Met ulang tahun, Catriks!

Aku bingung harus mengucapkan apa untuk ini. Selamat berbahagia atau selamat panjang umur. Hanya saja kedua kata itu tak cocok untuk diucapkan saat ini. Mengapa? Karena aku melihat wajahmu tak seterang yang kuingin. Tapi, setidaknya bersyukurlah, Catriks! Tuhan telah memberimu waktu sekian tahun dengan gratis! Kau tak perlu menyewanya seperti kontrakanmu di situ yang harus kau bayar tiap bulan.

Sahabatku, sekali sempat pernah kau mengeluh tentang rejeki yang kau terima, tentang keinginanmu yang tak juga terlaksana, tentang impianmu yang tak seberuntung orang2 yang kau lihat. Jangan begitu kawan. Tumbuhkanlah rasa syukurmu yang terlalu jarang lewat di hatimu, suburkanlah rasa syukur itu menjadi pohon yang menjulang dan terlihat. Jangan terlalu banyak menuntut dan berambisi pada sesuatu yang belum pernah kau usahakan atau sesuatu yang di luar kemampuanmu. Kau sadar bukan? Keterbatasanmu begitu banyak.

Sembilan Oktober, persis hari ini, ibu yang kau cintai melahirkanmu. Ucapkanlah terimakasih padanya, walau mungkin beliau saat ini tidak ingat bahwa kamu sebagai anaknya sedang berulang tahun. Ibumu mempunyai kesibukan sendiri, maka ucapkanlah terima kasih padanya, jika kau ingin. Tapi jangan paksakan diri, karena ini akan mengagetkan beliau. Bukankah sebelumnya dia tidak pernah mengucapkan kata itu? Ya, aku tahu, ucapan selamat ulang tahun seorang ibu hanya dipunyai oleh keluarga-keluarga yang berpendidikan dan yang merasa berpendidkan. Sedang kau Catriks, kau berasal dari keluarga yang begitu sangat sederhana. Bahkan ternyata ibumu dapat mengingat hari kelahiranmu sebelum menuliskan akte kelahiran adalah sesuatu yang sangat mengejutkan. Biasanya orang tua seperti dalam keluargamu banyak yang lupa kapan anaknya lahir. Mereka tidak tahu kalender. Yang mereka ingat biasanya hari kelahiran jawa: senin pahing, selasa wage, jumat kliwon dan sebagainya. Tapi lupakan hal ini. Sepertinya tidak begitu penting.

Sembilan Oktober hari ini, bertepatan dengan bulan Ramadhan 1427 Hijriah, di hari kelima belas. Semoga berkah untuk hari esok yang akan kau lalui.

Tunggu, sepertinya kau ingin mengatakan sebuah harapan, katakanlah di hari yang baik ini, teman, katakanlah!

Oke, sebelumnya aku sampaikan terima kasih karena kau mengingat hari kelahiranku dan memberi sekedar ucapan. Tak banyak yang melakukan itu, dalam hal ini kau hanya memiliki sedikit teman.

Tentu, sebagai seorang anak manusia, aku punya pengharapan, keinginan, kekarepan, klangenan, dan apalah istilahnya. Tapi maaf, tak akan satu pun keinginanku yang akan kukatakan padamu. Apabila pernah aku mengatakan, itu berarti keinginan yang sepele, yang tak begitu aku pikirkan. Dengan kata lain, keinginanku yang serius akan aku simpan sebagai milik pribadi dan bersifat privacy. Kau tak berhak untuk mengetahui. Kau mengenalku, tapi kau tak mengerti isi di kedalamanku. Begitu juga dengan kehendakku. Apa pun yang akan aku lakukan adalah sebulat-bulat apa yang memang ingin aku lakukan. Kau tak perlu banyak bicara, tak perlu banyak menilai, apalagi menuntunku ke sebuah jalan.

Maka kuminta, biarlah semua menjadi rahasiaku. Bukankah semua orang menyimpan rahasia?

Maka, biarlah aku melangkah dengan menurut bekal sebanyak yang aku miliki. Hanya saja aku ingin kau tahu, bekal itu selalu aku tambah, dengan cepat menumpuk atau pelan, sebutir demi sebutir.

Begitu kawanku.

Kembali, di hari ini, kau tampakkan kesombonganmu, Catriks!

 



1 Comments:


At 10:31 AM, Blogger dian

my first comment 4 u.skali lg ak ucapn happy b'day ya.ya walaupn ak kcwa smlm g bleh tlp pas jam12.tp g papa,yg pnting g telat.ok mbah (ops,sorry ak panggl km "mbah"lg).u don't forget to wishes in u're b'day last night and I hope you can get it.ok success to be with U.