Monday, September 25, 2006
posted by catur catriks at 10:25 AM | Permalink
Wulan Nuri

Wulan nuri telah tumbuh remaja

Ia tak kanak-kanak lagi

Aku sudah tidak ingusan, katanya

Pada saat nenek moyangnya hidup

Fase itu adalah saat yang tepat bagi

Seorang anak nuri untuk dicarikan jodoh

Untuk dinikahkan

Karena begitulah nasib perempuan

Dan pencarian akan lebih dipercepat apabila

Anak nuri diketahui sudah bisa memasak dan menyambal

Tapi Wulan nuri hidup di jaman kekinian

Hanya akan mencari pasangan ketika merasa dirinya

Telah matang

Ia pun akrab dengan kata seorang ahli penata bulu:

Bulu yang ditata dan diwarna dengan baik akan

Mempercantik penampilan

Ia rajin pergi ke salon

Wulan gemar nongkrong di pepohonan

Mejeng memamerkan kemolekan

Dan berteriak: matahari harus selalu di beri keindahan agar

Ia tak bosan memberi sinar

Pada akhirnya Wulan nuri tak jua tumbuh dewasa

Pinjam lagu koes plues: Ia hanya menjadi bunga di pinggir jalan

 



2 Comments:


At 7:49 PM, Blogger hakim dirani

Salam Rmadhan dan selamat berpuasa.

 

At 8:56 PM, Anonymous Anonymous

kacih comment aah.....
gimana sieh...rasanya hidup dengan bertemankan barisan kata dan aksara.........?
apa tak pernah ingin sesekali tumpah bagai air dengan makna2 denotasi???? ataupun sekedar bersahabatkan lisan???
wuih....mas catur ni orangnya buaik....kayaknya selalu pengen nolong...makasih ya...tp sesekali mas catur juga donk yang berbagi cerita...jangan cuma tertuang dalam bait-bait puisi saja....ok?(walaupun aku nggak tau bisa nolong mas catur ato nggak...selama ini mas catur 'omonge thok' mo cerita tapi....nyatanya aku yang selalu merengek..he..he..he...salah siapa lahir lebih dulu jadi pnya usia yang lebih "tua" !
ok....gitu aja....pengennya sieh sekali kasih comment bwt semua tulisan...tapi...malez ah...ntar lewat lisan aja.....