Saturday, May 27, 2006
posted by catur catriks at 4:59 PM | Permalink
bismillah
awalilah setiap nafas ikhtiarmu dengan Bismillah
dan alhamdulillah bila sudah

ayahku bisa mengantarkan anak-anaknya
hingga sarjana dengan
kata Bismillah sebagai tekad
pada saat saudara dan tetangga menilai tidak

ayahku yang buta huruf dan seorang petani buruh
tiada pernah mau menuruni anak tangga
selalu ia hadapi dengan kata Bismillah

dan aku tak pernah bisa mengukur
betapa keras genggaman tekad di tangannya

kakakku, seorang cewek berani keluar pulau
tanpa tujuan begitu pasti
tapi ia berangkat dengan mulut
yang basah dengan Bismillah
ia merajut bahagia di sana, akhirnya

kupahami, Bismillah adalah sebuah lompatan

aku mengawali hari-hari
dengan helaan nafas seperti kemarin
Bismillahku
terlupa-lupa